SEJIWA

Mengenal Tanda-Tanda Stres pada Wanita

Oleh : Lailanisa Fadlilani | 15 September 2025

Gambar Artikel

Hidup sebagai seorang wanita di masa sekarang memang menghadirkan beberapa tantangan. Banyak dari kita memainkan beberapa peran: di satu sisi sebagai pekerja profesional, di sisi lain sebagai pasangan, ibu, juga ibu rumah tangga. Seringkali, dorongan-dorongan untuk terlihat sempurna dan mampu menyelesaikan semuanya membuat kita berisiko stres. Stres dipandang dalam psikologi sebagai respons tubuh dan pikiran terhadap tekanan atau tuntutan yang melebihi kemampuan individu untuk menanganinya. Masalahnya adalah kita sering kurang mengetahui fakta bahwa kita benar-benar stres. Agar lebih sensitif, mari kita identifikasi tanda- tanda stres khas yang dialami wanita dalam aspek fisik, emosional, kognitif, dan perilaku.

1. Tanda Fisik

Sejak awal tubuh sering kali telah memberikan sinyal stress. Namun hal ini sering kali tidak kita sadari ataupun kita abaikan. Salah satu sinyal awal dari stress terlihat dari sering kali kita mengeluh merasakan sakit kepala berulang tanpa sebab yang jelas. Kemudian munculnya rasa nyeri di leher, bahu ataupun punggung, bahkan seringnya rasa lelah yang kita rasakan tidak hilang meskipun kita sudah tidur cukup. Sinyal lainnya yang bisa kita kenali adalah dengan adanya gangguan tidur, ada yang sulit tidur dan ada yang mudah terbangun di malam hari. Selain itu, perubahan pola makan juga menjadi sinyal dari tanda fisik. Sebagian orang menjadi ngemil berlebihan sementara yang lain justru kehilangan nafsu makan. Semua ini Adalah tanda bahwa tubuh sedang menanggung beban psikologis.

2. Tanda Emosional

Emosi sering kali mencerminkan kondisi stres dengan sangat akurat. Perempuan yang mengalami stres umumnya menjadi lebih sensitif, cepat marah terhadap hal-hal sepele, atau merasa cemas secara berlebihan meskipun tidak ada alasan yang jelas. Perasaan sedih yang muncul secara tiba-tiba juga sering terjadi, disertai dengan rasa tidak berharga atau merasa gagal dalam menjalankan peran sebagai tenaga kerja, ibu, atau istri. Bahkan kegiatan yang biasanya menyenangkan juga bisa kehilangan daya pikatnya. Jika emosi terasa tidak stabil, ini mungkin merupakan tanda bahwa stres mulai mengambil alih diri.

3. Tanda Kognitif (Pikiran)

Stres pun memiliki dampak besar terhadap cara orang berpikir. Banyak perempuan yang menyatakan kesulitan untuk fokus saat bekerja atau mengatur urusan rumah, bahkan hal-hal sepele sering kali terabaikan. Pikiran tampak sesak, seolah tak pernah berhenti berputar. Dari situ, muncul kecenderungan untuk berpikir negatif, selalu bersiap menghadapi kemungkinan buruk yang dapat terjadi, dan pada akhirnya kesulitan dalam membuat keputusan. Pergeseran dalam pola pikir ini menambah beban yang dirasakan, karena produktivitas dan kepercayaan diri juga menurun.

4. Tanda Perilaku

Selain perubahan fisik, emosi, dan pikiran, stres juga dapat terlihat dari adanya perubahan dalam pola perilaku sehari-hari. Contohnya, seseorang mungkin menjadi lebih suka menyendiri, enggan bertemu dengan teman-temannya, atau lebih memilih untuk tidak berinteraksi sosial. Ada pula yang terfokus pada pekerjaan atau aktivitas lain tanpa memberi diri mereka waktu untuk beristirahat. Selain itu, muncul juga kebiasaan buruk seperti merokok, makan berlebihan, atau berbelanja secara impulsif sebagai cara untuk melupakan masalah. Bahkan, ada juga yang mulai menunda-nunda tugas karena merasa terlalu terbebani dan kehilangan semangat. Semua perubahan dalam perilaku ini adalah tanda peringatan yang seharusnya tidak diabaikan.

Mengapa Penting Mengenali Tanda Ini?

Jika gejala stres tersebut tidak ditangani, akibatnya bisa cukup parah: kesehatan fisik mungkin menurun, hubungan dengan pasangan atau anak dapat terganggu, produktivitas kerja mungkin menurun, bahkan bisa berisiko menyebabkan gangguan mental seperti depresi atau kecemasan yang berkepanjangan.

Stres adalah hal yang wajar dan manusiawi, apalagi bagi wanita yang memikul banyak peran sekaligus. Tetapi dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal, kita bisa lebih sigap untuk mengambil langkah pencegahan. Menjaga diri sendiri bukanlah egois, melainkan bentuk tanggung jawab agar tetap sehat dan bahagia.


❤️ 24 💬 10 📤 Bagikan
Footer Sejiwa